Ekonomi

Gelombang Besar Akibatkan Turunnya Hasil Tangkapan Ikan Nelayan

0

TANBU, REPORTASE9.COM – Para Nelayan Pagatan, mengeluh pendapatan dari hasil tangkap ikan pada tahun ini benar-benar mengalami penurunan drastis, hujan yang sering turun membuat gelombang besar di lautan sehingga menjadi salah satu masalah bagi para nelayan, terutama dari Desa Gusunge RT.5 Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu.

Tingkat kesejahteraan nelayan masih dirasa kurang, para nelayan ini berangkat setiap hari turun ke laut, hanya mendapat kisaran dibawah 5 kilo ikan/undang dengan penghasilan kurang lebih 100 ribu Rupiah, belum termasuk biaya solar dan perawatan kerusakan baik mesin maupun kapal ataupun alat tangkap nelayan.

Syukur, Nelayan yang berasal dari Desa Gusunge RT 5 mengatakan penghasilan dulu masih bisa dibilang makmur diantara mencapai hasil kisaran diatas 200 Ribu Rupiah, tapi berbeda dengan kondisi saat ini dimana sehari kurang lebih 100 ribu mereka tetap rutin turun melaut, hal ini juga di pengaruhi oleh cuaca yang dominan tidak bisa ditebak, dimana kondisi lebih laut sering hujan membuat gelombang dilaut naik dan mempengaruhi hasil tangkapan nelayan.

“Hasil tanggakapan menurun gak seperti dulu lah, jauh berkurang,” ungkapnya

Harga ikan perkilogram 17.000 tergantung pada jenis ikannya pada musim kali ini mereka mencari udang kelaut, dari kelompok nelayan tersebut mengatakan anggota nya paling banyak sehari dengan tanggakap 5 kilo sudah jarang terjadi, Bantuan dari pemerintah pun dianggap tidak merata untuk seluruh nelayan.

“Kalau ada kartu merah bilangnya, gak kena kita, kalau gak ada kita kena, serba salah itu”imbuhnya.

Diketahui belum lama ini Pemerintah Daerah melalui Dinas Perikanan memberikan bantuan berupa Mesin Diesel Dong Feng 26 HP yang diberikan perorang melalui kelompok organisasi nelayan, namun nelayan di luar kelompok tidak dapat bantuan.

Madong, Nelayan yang tinggal di seberang Hotel Putri Duyung, Desa Gusunge RT 5. Selaku Mantan Ketua Kelompok Kuda laut dimana ia sekarang menjadi nelayan mandiri,
Sudah dua hari ia tidak turun ke laut karena merasa rugi modal sedangkan hasil tanggakapan tidak sesuai target, ia juga mengatakan selama berpuluh-puluh tahun menjadi nelayan tidak pernah mendapat bantuan dari pihak pemerintah, dulu ia menjadi ketua yang aktif mengusulkan bantuan.

“Kurang bener hasil laut wayah ini, kada sama kaya dulu, kalau tahun dulu lah 200 ribu sehari bisa turun buhannya, wayah ini kada sampai 100 ribu turun tarus buhannya, soalnya ngarannya hari-hari itu kalo, kadang-kadang dapat bisa kada sampai, apalagi yang kada kena bantuan,” ujarnya

Para nelayan ini menuai harapan, agar bantuan dari pihak pemerintah untuk semua nelayan diratakan aja, kesejahteraan nelayan lebih diperhatikan oleh pemerintah daerah.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

More in Ekonomi